Soenarko Tuai Sorotan: Dari Arogansi hingga Dugaan Post Power Syndrome

oleh -80 Dilihat

Jakarta – Netizen ramai dengan sikap Mayjend Purn Soenarko yang dinilai kontroversial dan tidak menunjukkan contoh yang baik untuk sosok seorang militer sejati. Sebaliknya Soenarko lebih menunjukkan karakter otoriter khas militer usang yang ingin dihormati tetapi senang merendahkan orang. Hal tersebut muncul setelah komentarnya terhadap sesama purnawirawan TNI yakni Luhut Binsar Pandjaitan yang disebut penjilat, pembohong dan rakus.

Netizen kemudian mengingatkan Soenarko yang pernah menjadi tersangka kasus makar dan kepemilikan senjata api illegal kemudian dibebaskan justru dengan jaminan okeh Luhut Binsar Panjaitan.

“Bahasa terima kasih yang aneh, ditolong malah balas memaki,” terang salah satu netizen. Yang lain menyebut Soenarko sebagai Jenderal sakit hati yang tidak tau diri.

Post power syndrom dan kehilangan arah, soenarko dinilai senang berbicara serampangan dalam berbagai momentum, bahkan menyebut pihak yang mengkritiknya sebagai orang gila.

Soenarko juga diminta untuk lebih banyak introspeksi diri bahwa kondisinya saat ini mungkin tidak lepas dari sifatnya yang tidak baik pada saat menjabat.

“Apa yang ditabur itulah yang dituai, pakdhe narko baiknya banyak berbuat baik dan bertaubat supaya hari tuanya tenang” sebut salah satu warganet lainnya.

Soenarko juga dinilai tidak layak untuk dijadikan tokoh, karena tidak bisa memberikan contoh yang baik, mulai dari sikap dan perkataanya penuh dengan kebencian dan fitnah kejam yang kerap diarahkan kepada seseorang demi memperoleh keuntungan pribadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.