Menolak Kekacauan, LMP Dukung Aspirasi Damai dan Konstitusional

oleh -221 Dilihat

Jakarta – Gelombang demonstrasi mahasiswa dan buruh yang terjadi di Jakarta dan beberapa kota dalam sepekan terakhir berlangsung cukup menegangkan hingga Jumat malam. Menyikapi situasi tersebut, Panglima Markas Besar (Mabes) Laskar Merah Putih (LMP), Jamaluddin (Daenk Jamal), menyampaikan seruan agar masyarakat tetap tenang, waspada, dan tidak mudah terprovokasi.

Laskar Merah Putih, di bawah kepemimpinan Ketua Umum H.M. Arsyad Cannu, mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah dinamika aksi. Daenk Jamal menegaskan, masyarakat tidak boleh terhasut provokasi maupun diadu domba dengan aparat keamanan.

“Aparat kepolisian, termasuk Brimob, adalah garda terdepan dalam menjaga stabilitas bangsa. Karena itu, masyarakat perlu bersinergi dengan aparat, bukan justru berhadap-hadapan,” ujar Daenk Jamal.

Menurutnya, menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak konstitusional warga negara. Namun, aksi tersebut akan kehilangan makna jika dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk kepentingan tersembunyi. Peristiwa belakangan ini menjadi pengingat penting bahwa ruang demokrasi kerap dijadikan celah oleh provokator untuk menunggangi aspirasi rakyat.

Daenk Jamal juga menyampaikan tiga imbauan penting kepada massa aksi:

1. Tetap fokus pada substansi aspirasi, bukan pada provokasi.

2. Menjaga kondusivitas bersama aparat keamanan agar suasana tetap tertib dan damai.

3. Menolak ajakan kelompok yang mencoba menunggangi aksi dengan agenda tersembunyi.

“Kita semua memiliki tanggung jawab moral menjaga agar kebebasan berpendapat tidak dicederai oleh tindakan provokatif yang mencoreng wajah demokrasi bangsa,” tambahnya.

Seperti diketahui, rangkaian aksi demonstrasi dimulai pada Senin, 25 Agustus 2025, ketika ribuan mahasiswa mengepung Gedung DPR. Aksi berlanjut dengan unjuk rasa gabungan mahasiswa dan buruh pada Kamis, 28 Agustus 2025, dan terus bereskalasi hingga tadi malam.

Laskar Merah Putih menegaskan, kewaspadaan bersama sangat penting agar ketegangan tidak berkembang menjadi konflik yang justru merugikan rakyat dan mengancam persatuan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.