Ketum Foksi Nilai Pembangunan Pendidikan sebagai Investasi Jangka Panjang Bangsa

oleh -10 Dilihat

JAKARTA – Ketua Umum Forum Komunikasi Santri Indonesia (Foksi) , Muhammad Natsir Sahib, menilai pembangunan sumber daya manusia merupakan salah satu fondasi penting untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri. Pemerintah telah menjalankan berbagai program di sektor pendidikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperluas kesempatan bagi generasi muda.

Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui program revitalisasi sekolah, penguatan fasilitas pembelajaran, serta dukungan beasiswa bagi peserta didik. Pemerintah juga memastikan pelayanan pendidikan tetap berjalan bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana, termasuk di Nusa Tenggara Timur.

Komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan juga terlihat dari inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan pendidikan gratis, mulai dari sekolah hingga perguruan tinggi. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah agar keterbatasan ekonomi tidak menghalangi anak-anak Indonesia untuk memperoleh pendidikan dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Menurut Natsir, pembangunan pendidikan harus dilihat sebagai investasi jangka panjang. Kualitas sumber daya manusia menentukan kemampuan Indonesia dalam mengembangkan teknologi, memperkuat industri, dan bersaing di tingkat global.

“Pendidikan tidak boleh menjadi hak istimewa bagi masyarakat yang mampu secara ekonomi. Setiap anak bangsa, termasuk santri dan masyarakat di wilayah terpencil, harus memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas,” ujar Natsir.

Ia juga menilai penguatan pendidikan pesantren dan lembaga keagamaan menjadi bagian dari pembangunan nasional. Selain memberikan pengetahuan, lembaga pendidikan tersebut turut membentuk karakter, integritas, dan kepedulian sosial generasi muda.

“Kita membutuhkan pembangunan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan kepedulian terhadap bangsa. Pendidikan harus menjadi jalan untuk menciptakan generasi Indonesia yang mandiri,” katanya.

Natsir menilai kolaborasi pemerintah, lembaga pendidikan, pesantren, dan masyarakat diperlukan untuk memperluas kesempatan belajar sekaligus menyiapkan generasi yang mampu menjadi penggerak pembangunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.