Jakarta – Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas menyoroti pernyataan kontroversial Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab yang menyebut NKRI bisa berdiri tanpa Parpol.

Isu tersebut digaungkan jelang Pilkada Serentak 2024 dan HRS menyampaikannya dalam acara yang disiarkan langsung di channel Islamic Brotherhood Television itu. HRS juga mengkritik keras adanya sistem multipartai. Ia menyarankan agar Indonesia tak lagi menggunakan partai dan mengedepankan sistem calon independen.

Fernando tidak sepakat jika Parpol ditiadakan meski HRS menyebut kehancuran demokrasi di Indonesia saat ini karena ulah Parpol.

“Wajar kalau Habib Rizieq Shihab menganggap bahwa kehancuran demokrasi di Indonesia saat ini karena ulah partai politik. Saya tidak sepakat kalalu partai politik ditiadakan hanya karena situasi politik dan pemerintahan kita saat ini dianggap tidak baik karena partai politik,” tegas Fernando, hari ini.

Termasuk, kata dia, rekrutmen dan pengkaderan tidak berjalan dalam partai politik. Diharapkan akan terjadi penataan dan pembenahan kedepannya yang diatur di dalam Undang-Undang.

“Misalnya mempersulit untuk dilakukannya PAW terhadap anggota legislatif sehingga para wakil rakyat semakin kritis memperjuangkan kepentingan rakyat bukan untuk kepentingan partai politik,” terangnya.

Fernando menyarankan agar pengetatan persyaratan partai politik untuk menjadi peserta pemilu sehingga dengan sendirinya partai politik akan semakin terseleksi yang akan memiliki kursi di parlemen.

Temukan juga kami di Google News.