Jakarta – Pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait estafet kepemimpinan sebagaimana disampaikan dalam perayaan Natal Mabes Polri 2023, Kamis kemarin (11/1) dan dimuat dalam beberapa pemberitaan media online menunjukkan keberpihakan kepada salah satu paslon Capres-Cawapres 2024.

Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto dalam siaran persnya Jum’at (12/1) menyatakan bahwa itu bukan framing tapi bentuk nyata arahan terhadap dukungan.

“Penelusuran “Estafet” (disebut juga lari beranting atau lari sambung) adalah salah satu cabang olahraga lari dalam kategori atletik yang dilakukan secara beregu dan setiap pelari harus menempuh jarak yang telah ditentukan sebelum memberikan tongkat penyambung ke teman satu tim yang berada di depannya.” katanya.

Hari mengatakn bahwa sudah menjadi rahasia umum jika pengangkatan Kapolri Listyo Sigit Prabowo memiliki hubungan khusus dengan penguasa Jokowi.

“Jika tidak memiliki kedekatan dan kepentingan dengan kekuasaan posisi Kapolri hari ini semestinya diisi oleh Adhi Makayasa akpol 1991 yang saat ini menjabat Kabareskrim Komjen. Pol. Drs. Wahyu Widada, M.Phil.” ujarnya.

Menurut Hari, institusi Polri yang dibangun atas semangat reformasi melalui UU No 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara RI tentunya jangan dirusak oleh situasi pesta demokrasi 2024.

“Pemilu Damai yang digulirkan saat ini hanya lips service karena Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyatakan keberpihakan dengan kata kunci “Estafet” dan itu tentunya pesan kepada tuannya,” tutupnya.

Temukan juga kami di Google News.