Debat Cawapres pada 22 Desember 2023, memang sangat seru, dinamika pertanyaan dan jawaban dari para cawapres membuat keramaian dan gemuruh dalam ruang medsos yang dikelola oleh para buzer pendukung. Ada beberapa pernyataan membingungkan yang dilontarkan Gibran salah satunya ’Hilirisasi Digital”, dan itu sangat fatal. Pasalnya istilah “Hilirisasi Digital” ini mengelitik dan menarik publik dengan mengingatkan kembali pada kasus Mega Korupsi Projek BTS di Kementerian Komunikasi dan Informasi.

Dengan ditangkapnya Menteri Komunikasi dan Informasi, Jhony G Plate atas dugaan kasus korupsi pada proyek pembangunan BTS atau singkatan dari Base Transceiver Station atau dalam bahasa Indonesia sering disebut dengan stasiun pemancar, semakin menguatkan kalau project itu memang ada.
Dalam kasus yang merugikan negara sebesar Rp 6,2 Triliun tersebut, ternyata tidak dilakukan oleh pemain tunggal alias Jhony G Plate sendiri, melainkan ada beberapa nama yang salah satunya adalah Menteri Pemuda dan Olah Raga Dito Ariotedjo yang baru pada bulan April 2023 dilantik.

Nama Dito Ariotedjo muncul saat disebut hakim membacakan kasus dimana ada dugaan pengembalian Rp27 miliar oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo.

Bila merunut kebelakang bagaimana Dito Ariotedjo membangun bisnisnya maka sangat jelas terlihat. Di bidang usaha, Dito bekerja sama dengan artis sekaligus pebisnis, Raffi Ahmad. Pada 2021, ia, Raffi Ahmad dan CEO Prestige Motor mendirikan RANS Sport, sebuah perusahaan media yang membuat dan mendistribusikan konten olahraga dan hiburan bagi penontonnya.

Ia juga menjabat sebagai Chairman RANS Nusantara FC, klub sepakbola yang berlaga di Liga 1 2022/2023. Selain itu, ia merupakan bagian dari RANS PIK Basketball, yang bertanding di Indonesia Basketball League (IBL).

Lalu pada 2012, ia membangun bisnisnya sendiri dengan mendirikan Grupara Ventures. Aktivitas bisnis Grupara Ventures bergerak di bidang investasi, yakni mengelola modal investor untuk disalurkan ke perusahaan-perusahaan rintisan alias startup.

Sebelum dilantik sebagai Menpora, Dito Ariotedjo memiliki sejumlah bisnis di berbagai bidang. Termasuk di antaranya pangan, coworking space, hingga startup.

Keseluruhan bidang usaha tersebut tergabung ke dalam satu induk perusahaan, Grupara Ventures. Dito tercatat pernah menjabat sebagai komisaris utama di PT Kartika Karya Eka Nusa dan PT Syailendra Pangan Indonesia.

Selain itu, pemilik nama lengkap Ario Bimo Nandito Ariotedjo ini juga merambah ke bisnis olahraga. Bisnis inilah yang membuatnya terkenal di kalangan anak muda. Pada 2021 lalu, Dito membangun Rans Sport bersama Raffi Ahmad dan CEO Prestige Motor.

Ia menjabat sebagai Chairman Rans Nusantara FC dan Chairman Rans PIK Basketball di Indonesia Basketball League (IBL).

Di sini lah, dugaan adanya kedekatan Dito dengan Kaesang. Sebab, Kaesang juga tercatat sebagai Komisaris di Rans Entertainment, tempat Rans Sport bernaung.

Dalam perusahaan besutan suami Nagita Slavina ini, Kaesang memiliki 463 lembar saham atau setara dengan kepemilikan 1,15 persen saham perusahaan.

Kembali pada Debat Cawapres yang berlangsung pada 22 Desember 2023 kemarin, semakin jelaslah bahwa Korupsi mega Proyek BTS yang merugikan negara sebesar 6,2 Trilyun Rupiah itulah sebagai bentuk nyata dalam proses Hilirisasi Digital dan itu sangat gamblang disampaikan.

Jadi apakah Gibran sudah mengetahui kasus itu karena hanya dia yang menyampaikan konsep tersebut, ataukah Gibran hanya sebatas jawabannya hanya bila kasus Korupsi Project BTS dituntaskan dan bukan dihilangkan. Apalagi, salah satu nama “Nistra Yohan” yang namanya disebut dalam pengadilan Tipikor kasus BTS yang diduga membagi jatah sebesar Rp 70 miliar ke Komisi I DPR RI menghilang ditelan bumi.

Hari Purwanto
Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR)

Temukan juga kami di Google News.