JAKARTA – Aksi seruan mendesak Presiden Jokowi mencopot Panglima TNI Yudo Margono terus mencuat.

Seruan ini muncul buntut kurang terjalinnya hubungan sinergitas antara TNI-Polri ditataran bawah dengan kejadian kerusuhan diberbagai tempat.

Mulai dari pengerusakan Pos Polisi dan Masjid di Makassar, Kantor Polisi di Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Polres Jeneponto. Selain itu, isu yang menyita perhatian publik adalah oknum TNI tendang seorang Ibu yang membonceng anaknya.

“Panglima TNI Yudo Margono gagal dalam membina pasukannya,” tegas Korlap aksi Gerakan Pemuda Islam (GPI) Jakarta Raya Maemun, dalam poster yang disebarluaskan, hari ini.

“Kami meminta kepada Presiden Joko Widodo segera copot dan ganti Panglima TNI Yudo Margono,” kata Maemun lagi.

Rencananya, kata dia, pihaknya akan menggelar aksi tuntut Panglima mundur dari jabatannya itu pada Jumat, 28 April 2023 pukul 15.00 wib di Istana Negara.

“Kebebasan bukan berarti bebas melakukan semua kebaikan, buka bebas lepas melakukan semua kejahatan tanpa boleh diadili,” demikian kutip Jenderal Soedirman.

Temukan juga kami di Google News.