Jakarta – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi Alhamid, mengajak seluruh rakyat Indonesia berprasangka baik menyambut kebijakan pemerintah menaikan harga BBM subsidi.

Pada dasarnya tujuan pemerintah menyesuaikan harga BBM semata-mata untuk menjaga hajat hidup seluruh rakyat yang ada di republik ini. Sebab merujuk nilai minyak dunia, harganya relatif tinggi.

Kondisi tak terduga itu memaksa pemerintah terus untuk terus menambah anggaran subsidi yang berujung pada bengkaknya anggaran APBN.

Tetapi, seperti yang diketahui bersama di tengah kegamangan itu, lanjut Habib Syakur, pemerintah tetap menunjukan komitmennya dalam menjaga hajat hidup rakyat dengan memberikan bantuan langsung tunai (BLT) pengalihan subsidi BBM.

Dana bansos BLT BBM itu senilai Rp24,17 triliun, sebanyak Rp12,4 triliun dialokasikan untuk BLT. Lalu memberikan bansos bagi 16 juta pekerja bergaji Rp3,5 juta per bulan. Nilai bantuannya sebesar Rp600 ribu.

Tak hanya sampai di situ, ada bantuan dari pemerintah daerah sebanyak dua persen dari dana transfer umum, yaitu Dana Alokasi Umum dan Dana Bagi Hasil, senilai Rp2,17 triliun.

Dana tersebut bakal digunakan untuk membantu sektor transportasi, seperti angkutan umum, ojek, nelayan, dan bantuan tambahan perlindungan sosial.

“Saya mengajak seluruh rakyat Indonesia berprasangka baik dalam menyambut kenaikan BBM. Tujuan pemerintah mulia. Tetapi kali ini pemerintah harus benar-benar menerjunkan timnya untuk bisa menjaga bahwa subsidi itu sudah sampai atau belum ke masyarakat yang membutuhkan,” kata Habib Syakur, Senin (5/9/2022).

Di samping itu, Habib Syakur, juga menyoroti adanya kelompok tertentu yang berupaya membangun opini negatif di tengah kenaikan harga BBM subsidi.

Tujuan mereka, agar bisa membuat rakyat tidak percaya lagi kepada sistem pemerintah saat ini dan beralih ke sistem pemerintahan Khilafah.

“Kelompok-kelompok khilafah yang selalu menghasut rakyat agar supaya mosi tidak percaya kepada pemerintah. Jangan hiraukan kelompok penghasut,” ucap Habib Syakur.

Habib Syakur mengimbau agar masyarakat Indonesia tetang tenang hindari provokasi. Percayakan pada pemerintah soal penyesuiaan harga BBM.

Lalu tetap menjaga persaudaraan bangsa dan kemanusiaan sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Mengingat, sikap itu sangat dibutuhkan bangsa Indonesia yang majemuk dengan berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

“Apalagi ini momen menuju 2024 otomatis pelaku politik identitas akan selalu aktif menggerogoti dan menghasut untuk menggerus kepercayaan rakyat kepada pemerintah. Jadi kita tidak boleh ikut arus itu,” pungkasnya.

Temukan juga kami di Google News.